Tenang, masih ada Tuhan

Tenang, masih ada Tuhan

  • WpView
    LECTURES 246
  • WpVote
    Votes 167
  • WpPart
    Chapitres 16
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., déc. 31, 2025
Tidak semua luka berteriak. Sebagian hanya diam, tumbuh pelan di hati, dan belajar hidup bersama kesepian. Iris terbiasa berjalan sendiri-dingin, tertutup, seolah dunia tak pernah benar-benar menyentuhnya. Di balik sikapnya yang tenang, ia menyimpan masa lalu yang rapuh, kesalahan yang terus dibisikkan orang lain, dan rasa bersalah yang tak pernah benar-benar ia lepaskan. Emilia datang dengan langkah ragu. Gadis pemalu yang tumbuh dalam tekanan, sering disalahpahami bahkan oleh rumahnya sendiri. Ia belajar diam lebih sering daripada membela diri, dan mengira bahwa memiliki teman saja bisa menjadi sebuah kesalahan. Pertemuan mereka sederhana-tanpa janji, tanpa rencana. Namun dari percakapan kecil, kehadiran yang pelan, dan pelukan yang tak banyak kata, dua hati yang sama-sama lelah mulai menemukan tempat untuk bernapas. Di tengah keluarga yang retak, prasangka, cemburu, dan luka masa lalu yang belum sembuh, mereka belajar satu hal: bahwa menjadi kuat tidak selalu berarti sendirian, dan pulang tidak selalu berbentuk rumah. Sebuah kisah tentang persahabatan yang nyaris tak bersuara, tentang kasih yang hadir tanpa syarat, dan tentang dua jiwa yang perlahan belajar bahwa mereka tetap pantas bahagia-meski dunia pernah mengatakan sebaliknya. 16 Desember 2025. 07:53
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu