Bunga Juang Revolusi

Bunga Juang Revolusi

  • WpView
    reads 9
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, dec. 16, 2025
Berfokus pada kisah perempuan pribumi yang terjebak pada pilihan antara negara yang ia perjuangkan atau pria yang ia cinta. Pergolakan berbagai pilihan dan perasaan hati yang tak sejalan dengan keadaan. Ada banyak peristiwa pengorbanan yang memilukan sejalan dengan peristiwa bersejarah masa penjajahan dan revolusi kemerdekaan. Berlatar waktu pada masa penjajahan Belanda, Jepang, peristiwa Kemerdekaan Indonesia, sampai masa revolusi (Abad ke 20). Selamat membaca. Ini adalah cerita karangan bergenre fiksi sejarah.
Alle rechten voorbehouden
#16
kemerdekaan
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • The Palace Stewardess
  • Asmaranala
  • SUAMI KAISAR
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • Duchess of Valtor
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen