COMMON GROUND (ZEEDEL)

COMMON GROUND (ZEEDEL)

  • WpView
    LECTURAS 9,265
  • WpVote
    Votos 889
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 18, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Nareva Adelvya adalah pengacara yang terbiasa mengendalikan ruang sidang dengan logika dan ketegasan. Sementara Zeevendra Kaelan, dokter spesialis forensik, membaca kebenaran dari tubuh yang tak lagi bisa membela diri. Dalam satu kasus pembunuhan berencana, dunia hukum dan forensik kembali saling bersinggungan, memaksa keduanya berdiri di sisi yang sama. Hubungan Adel dan Zee jauh dari kata lembut. Keduanya sama-sama dominan, keras kepala, dan enggan terlihat membutuhkan siapa pun. Tidak ada peran pelindung atau yang dilindungi, tidak ada dominasi sepihak. Di tengah kota yang bising dan dunia yang kejam, dua perempuan dengan profesi berbeda memilih berdiri sejajar-dipersatukan oleh hukum, bukti, dan kepercayaan yang tak perlu banyak kata. Cerita ini 100% FIKSI⚠️ •Fiksi •GxG •Romance | Quarrel •Kinda 18+ | 21+ Cerita ini mengandung 18+ dan 21+ Jika umur anda belum mencukupi, bisa di skip. Sudah author kasih tanda di bagian title partnya. Sekali lagi cerita ini fiksi! Dan murni karangan author. Jangan di bawa ke real life atau dunia nyata. Dan jangan menyangkut pautkan member/exmem pada cerita ini. Tolong bijaksana saat membaca dan memahami cerita! Sources: Google | Website
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido