Kak Aye!

Kak Aye!

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 23, 2025
Bagi Adikara Areksa Arkatama, hidupnya sudah cukup berisik dengan emosinya yang labil dan tugas sekolah yang menumpuk. Remaja 15 tahun berambut merah gelap ini lebih suka menyendiri dengan dunianya yang dingin dan cuek. Namun, ketenangannya hancur seketika saat sang papa, Andre, menyeretnya berkunjung ke rumah sahabat lamanya, keluarga Keenandra. ​Di sana, Are bertemu dengan "bencana" terkecil yang pernah ia lihat: Arvian Raveno Keenandra. ​Arven baru berusia dua tahun. Ia manja, sangat bawel dengan kosakata cadel yang berantakan, dan anehnya-sama sekali tidak takut pada wajah galak Are. Bagi Arven, Are adalah sosok keren dengan "rambut api" yang harus ia ikuti ke mana pun. ​Dari yang awalnya merasa terganggu dengan rengekan Arven, Are terpaksa harus belajar sabar menghadapi bocah yang hobi menarik-narik bajunya dan menangis jika ia beranjak pergi. Di balik sikap dinginnya, Are mulai menunjukkan sisi protektif yang tak pernah ia ketahui sebelumnya. ​kisah tentang si pemberontak yang emosian dan si balita imut yang keras kepala. Tentang bagaimana ocehan tidak jelas dari Arven perlahan menjadi satu-satunya suara yang ingin didengar oleh Are.
All Rights Reserved
#16
arven
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Second
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines