"Keadilan hanya untuk mereka yang punya uang dan kuasa.
Lalu, untuk apa kita yang tidak punya keduanya?"
Nama saya Arman. Saya bukan pahlawan. Saya seorang ayah yang gagal. Gagal melindungi ibu saya, gagal melindungi putri saya, Naya, dari sistem yang menghancurkannya. Ketiap pintu pengadilan tertutup untuk orang seperti saya, hanya ada satu jalan yang salah: menjadi hakim, juri, dan algojo bagi para penindas.
Ini bukan cerita tentang pahlawan. Ini adalah kisah tentang seorang manusia biasa yang, ketika didorong ke sudut paling gelap oleh kehidupan, memutuskan untuk melawan dengan cara yang paling kelam. Sebuah pengakuan dari seorang ayah yang memilih berdosa agar anaknya bisa hidup dalam terang.
Ketika doa tak terjawab dan hukum bungkam, apa yang akan kau lakukan?
DISCLAIMER
Buku ini adalah karya fiksi. Semua karakter dalam buku ini adalah ciptaan imajinasi penulis. Nama, karakter, bisnis, tempat, peristiwa, dan insiden yang digambarkan adalah fiktif atau digunakan secara fiktif. Setiap kemiripan dengan orang, tempat, organisasi, atau peristiwa nyata, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, adalah kebetulan semata dan tidak disengaja..
Pria itu memandangku tersenyum lalu memandang lagi ke depan. Dia tidak memakai baju atasan, hanya selendang yang disampirkan ke samping dengan rambut disanggul dan memakai ikat kepala berwarna hitam seperti mahasiswa sedang demo. Dia hanya memakai celana berwarna gelap yang ditutupi dengan batik sepanjang lutut. Apakah dia adalah salah satu penari untuk pertunjukan nanti malam? Aku hanya terheran-heran memandangnya, tak memberikan reaksi apapun.
Pertemuan pertama denganmu memang tak terduga, tak terencana, dan tak biasa, bahkan diluar imajinasi mimpi yang aku miliki. begitupun dengan berpisah denganmu. mampukah aku menahan rindu dan mengikhlaskanmu menjalani takdirmu? takdir yang awalnya aku anggap hanya sejarah lalu yang tak ada kaitannya denganku.
kasihku, mampukah aku menemanimu dalam kesepian?
--
Kisah tentang Lila, seorang pekerja di salah satu sektor di Jakarta yang mendadak memasuki raga Ken Umang, gadis yang hidup 800 tahun silam untuk menjalani takdir dengan Raja Singasari masa depan, Ken Arok.
____________________________________________________________
kisah ini murni imajinasi penulis berlatar belakang sejarah. tidak ada niatan penulis untuk mendistorsi kenyataan yang terjadi dan tertulis dalam sejarah.