penentang para dewa

penentang para dewa

  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 8, 2026
Alfares Daozi lahir dari ketakutan, dibesarkan oleh perang yang tak mengenal ampun. Di dunia yang dipenuhi darah manusia dan iblis, ia kehilangan segalanya sebelum sempat memiliki apa pun. Pada usia lima belas tahun, setiap makhluk membangkitkan satu roh-takdir yang diterima tanpa perlawanan. Namun takdir Alfares adalah penyimpangan. Ia membangkitkan iblis naga biru, roh kehancuran dari masa purba. Dan saat dunia belum sempat menyebutnya jenius, roh keduanya bangkit-Topeng Iblis Lima Wajah, senjata terkutuk yang tak tercatat oleh sejarah. Anugerah itu tak membawa keselamatan. Roh naga lenyap, meninggalkan topeng yang tak ia pahami, namun terus menuntut darah. Sejak hari itu, Alfares mengerti: hukum dewa bukan cahaya, melainkan rantai yang mengikat yang lemah dan memahkotai yang kuat. Ia menembus batas demi batas, hingga berdiri di level seratus-ambang keilahian. Para dewa turun dari singgasana, menawarkan keabadian dan kuasa. Alfares berpaling. Ia menolak surga, memilih jalan terlarang: kekuatan iblis, besi, dan kebebasan yang ditebus dengan nyawa. Bersama empat jiwa terbuang lainnya, ia membentuk klan yang lahir untuk merobek takdir dan menentang hukum langit. Kini, Alfares diburu-bukan oleh manusia, bukan oleh iblis, melainkan oleh para dewa yang gemetar menjaga singgasananya. Karena di dunia yang hancur ini, iblis hanyalah musuh yang jujur. Dan dewa- adalah ketakutan yang bermahkota.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbuh Dengan Luka
  • The Devil in a Bunny Suit
  • DOMMENIC
  • Mas Masinis
  • THE HEIRESS 1975
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • SANGGAR GSKY🐎
  • One Shot Desire 21+
  • Pernikahan Rumit

Dulu, Devan adalah kebanggaan. Kini, ia tak lebih dari sesosok "serangga" yang kehadirannya tak diinginkan. Satu insiden di masa kecil meninggalkan bekas luka di wajahnya, sekaligus menghapus namanya dari hati kedua orang tuanya. Di rumah, ia diabaikan; di sekolah, ia dihina sebagai monster. Devan tetap tegak meski badai cacian menghantamnya setiap hari. Namun, di balik ketegarannya, Devan menyimpan rahasia yang mematikan. Ada bom waktu bernama kanker otak dan sumsum tulang belakang yang perlahan merenggut nyawanya. Devan memilih bungkam, membiarkan rasa sakit itu menjadi rahasia antara dirinya dan bi Inah, satu-satunya orang yang masih menganggapnya manusia. Ketika waktu Devan kian menipis, akankah keluarganya sadar bahwa mereka telah membuang permata yang hampir redup? Ataukah penyesalan baru akan datang saat Devan benar-benar tak lagi ada? "Jangan cari aku saat aku sudah tak ada, karena saat itu, lukaku sudah benar-benar sembuh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines