Gauri Nathalia gadis berusia tujuh belas tahun, yang hidup dengan tubuh yang terbatas sejak kecil. Penyakit langka yang dideritanya seolah menutup pintu normalitas yang selalu ia dambakan. Ia ingin tertawa seperti gadis seusianya, berlari, merasakan dunia yang bebas. Tapi setiap langkahnya dibatasi oleh tubuhnya sendiri, dan setiap harapan seakan tergerus oleh waktu yang tak berpihak.
Namun di tengah keterbatasan itu, Gauri menyimpan semangat hidup yang tak mudah padam. Ia mencintai kehidupan, meski tahu takdirnya tak lama lagi. Ketika adik laki-lakinya mengalami kecelakaan, Gauri membuat keputusan yang memilukan: menyerahkan matanya untuknya. Keputusan itu bukan karena menyerah, melainkan karena kasih yang begitu besar-meski hatinya sendiri masih ingin terus hidup.
*****
Di sekolah, Gauri Pramudita Mahawira siswi kelas sebelas dengan julukan "gadis dingin". Karena sikapnya yang acuh pada sekitar membuat banyak orang menjauhinya, namun di balik itu ia hanya membuka hatinya pada satu sahabat yang ia percaya, dan seorang kekasih yang selalu peduli padanya.
Segalanya berubah ketika kebusukan orang-orang terdekatnya terbongkar. Sahabat dan kekasihnya, yang selama ini dipercayainya, menjalin hubungan di belakangnya. Dunia Gauri runtuh seketika. Rasa dikhianati begitu tajam, menembus setiap lapisan hatinya.
Tekanan, kekecewaan, dan rasa sakit yang tak tertahankan menumpuk. Dalam sebuah momen yang tragis, tubuhnya tergelincir di tangga-bukan karena kelelahan fisik, tapi karena beban emosional yang menjeratnya. Keinginan untuk bertahan hidup seakan hilang di tengah kehampaan itu, meninggalkan tubuh dan jiwa yang limbung, seakan dunia yang selama ini ia kenal telah runtuh selamanya.
All Rights Reserved