Titipan Tuhan di Blok 17A (END)
Blok 17A bukan sekadar asrama. Ia adalah tempat untuk mereka yang dikirim pergi, katanya demi pendewasaan. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang diminta pendapatnya.
Alira Kensara percaya bahwa cinta bisa dikejar jika cukup konsisten. Ia juga percaya bahwa Renzo Velric suatu hari akan membalas perasaannya. Yang ia tidak tahu, Renzo sebenarnya sudah jatuh sejak lama, hanya saja ia terlalu takut merusaknya.
Di antara lorong kusam dan langit-langit berretak, para penghuni Blok 17A mencoba membangun hidup yang baru. Ada Rayze, si pemimpin gaduh yang suaranya mendadak hilang di hadapan Serene. Ada William dan Flair, yang menemukan ketenangan lewat tanaman dan teh. Ada geng-geng dengan nama aneh, gaya hidup unik, dan rahasia yang lebih dalam dari yang mereka mau akui.
Lalu, pada malam pertama, sebuah surat muncul di bawah pintu kamar Alira.
Tanpa nama. Tanpa penjelasan. Hanya secarik kertas dan tinta merah.
Dan sejak saat itu, tidak ada yang benar-benar bisa tidur tenang.