Love Rediscovered

Love Rediscovered

  • WpView
    Membaca 215
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 21, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Pertemuan kedua mereka setelah belasan tahun lamanya. Marxen tak pernah tahu, jika Lucan sosok pria albino yang ia temui delapan belas tahun silam menyimpan obsesi mengerikan yang ditujukan untuknya. "Kau tau kak? Aku hampir gila karena mencarimu," "Kenapa kau begitu berusaha?" "Tentu saja untuk menagih janji yang kakak ucapkan." *** Note : • Sekali lagi ditegaskan cerita ini bergenre bl, jadi untuk homophobia pergi jauh-jauh. • Alur cerita campuran, begitu pun fitur kebahasaan, bisa jadi baku dan tidak baku. • Menerima segala bentuk kritik, saran dan komentar namun bedakan antara mengkritik dan menghujat. Jangan lupa vote, komen dan follow akun ini jika kalian suka dengan cerita ini sebagai bentuk feedback untuk penulis, satu vote dari kalian sangat berarti bagi kami para penulis, terima kasih(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#674
manxman
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan