B2
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 17, 2025
"Nak, bantu ibu usut kasus anak-anak Alexander high school," pinta seorang wanita yang sedang memohon sembari bersimpuh di depan seorang pria muda. "Bu, ibu kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya pria itu dengan berusaha mengangkat kedua tangannya untuk bangkit. Wanita itu mendongakkan kepalanya sambil berkata,"No 34, 000161 adilin dia, dia bertanggung jawab atas semua kejadian," ungkap wanita itu dengan suara lantang dan senyumnya yang menyeringai, wajahnya dipenuhi darah yang menetes dari kepalanya. "Arghhhh!" Teriak Galen yang baru saja terbangun dari mimpi buruknya. Sudah 3 hari berturut-turut setelah meninggalnya sang ibu, Galen terus bermimpi hal yang sama berulang kali. Menimbulkan luka dan sekaligus tanya disetiap malamnya. Kadang ia berpikir itu hanya bunga tidur namun sisi lain ia menganggapnya sebagai pertanda. Bahwa sebenarnya kematian ibunya itu bukan semata-mata hanya kecelakaan biasa dan kata-kata yang terus diulang tentang sekolah Alexander high school apakah berkaitan dengan kematian ibunya? Satu-satunya cara adalah ia harus bersekolah di sana dan menyelidiki kasus ini sendiri.
All Rights Reserved
#141
thiler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow in the Lab
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Fraktal Rahasia
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Bound to Him
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Defiant [END]

Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan. "Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang. Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines