
"Nak, bantu ibu usut kasus anak-anak Alexander high school," pinta seorang wanita yang sedang memohon sembari bersimpuh di depan seorang pria muda. "Bu, ibu kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya pria itu dengan berusaha mengangkat kedua tangannya untuk bangkit. Wanita itu mendongakkan kepalanya sambil berkata,"No 34, 000161 adilin dia, dia bertanggung jawab atas semua kejadian," ungkap wanita itu dengan suara lantang dan senyumnya yang menyeringai, wajahnya dipenuhi darah yang menetes dari kepalanya. "Arghhhh!" Teriak Galen yang baru saja terbangun dari mimpi buruknya. Sudah 3 hari berturut-turut setelah meninggalnya sang ibu, Galen terus bermimpi hal yang sama berulang kali. Menimbulkan luka dan sekaligus tanya disetiap malamnya. Kadang ia berpikir itu hanya bunga tidur namun sisi lain ia menganggapnya sebagai pertanda. Bahwa sebenarnya kematian ibunya itu bukan semata-mata hanya kecelakaan biasa dan kata-kata yang terus diulang tentang sekolah Alexander high school apakah berkaitan dengan kematian ibunya? Satu-satunya cara adalah ia harus bersekolah di sana dan menyelidiki kasus ini sendiri.Tutti i diritti riservati
1 parte