The Lost Epoch (END)

The Lost Epoch (END)

  • WpView
    LECTURAS 12,237
  • WpVote
    Votos 1,625
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, ene 19, 2026
WpInfo
Fanfic
Gap the Series
Ciencia Ficción
Romance
Segunda Oportunidad
Seorang ilmuwan mencoba portal eksperimen, tapi percobaannya gagal dan ia tersedot ke dunia prasejarah. Di tempat lain, seorang perempuan terseret ke zaman yang sama setelah menyentuh artefak misterius di sebuah ruangan. Keduanya tiba-tiba berada di dunia asing, jauh dari rumah, dan harus mencari cara bertahan hidup di tengah makhluk dan lingkungan yang menakjubkan sekaligus berbahaya. Start : 21 Desember 2025 End : 19 Januari 2026
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Love me or die
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Rewriting The Villain (END)
  • KERSA NARENDRA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Given || Ju Jihoon
  • Cupiditas Vitae [END]
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Journey
  • Skripsi Dan Buku Nikah

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido