Aruna datang ke Indonesia sebagai murid pindahan kelas sepuluh, membawa bahasa yang belum sepenuhnya ia kuasai dan masa lalu yang perlahan ingin ia tinggalkan. Di sekolah barunya, ia bukan lagi siswi terkenal seperti di China. Ia hanya murid baru yang lebih sering diam, menyimpan pikiran dalam bahasa yang orang lain tak pahami.
Aksa adalah kebalikannya. Ia dikenal semua orang di sekolah ini, tenang, berprestasi, dan selalu terlihat tidak membutuhkan siapa pun. Ketika Aruna duduk di bangku sebelahnya, pertemuan mereka dimulai tanpa percakapan panjang, hanya bantuan kecil dan kesabaran yang tidak disadari.
Aruna sering bergumam dalam bahasa Mandarin, menyembunyikan rasa, keluhan, dan kekaguman yang ia kira aman karena Aksa tidak mengerti. Ia tidak tahu bahwa Aksa memahami lebih dari yang ia perkirakan. Ia memilih diam, membiarkan bahasa itu menjadi ruang jujur bagi Aruna, sekaligus rahasia kecil yang hanya ia simpan sendiri.
Di antara dua kepopuleran yang berbeda, bahasa yang tak diucap, dan perasaan yang tumbuh pelan, mereka belajar bahwa cinta tidak selalu dimulai dari kata-kata yang jelas. Kadang, ia hadir dalam diam, dalam kesabaran, dan dalam bahasa yang tidak pernah diminta untuk diterjemahkan.
"Aku hanya ingin bersamamu, meski cuma sekali, meski cuma dalam mimpi." - C
Charmi selalu percaya bahwa doa yang diucapkan dari hati akan menemukan jalannya.
Setiap malam, ia berdoa untuk satu hal sederhana: agar takdir membiarkannya hidup berdampingan dengan pria yang diam-diam ia kagumi selama ini.
Namun dunia nyata terlalu kejam untuk pengagum sepertinya kabar bahwa pria itu akan menikah membuat hatinya runtuh.
Sampai suatu hari... Charmi terbangun di tempat yang asing.
Semuanya terasa nyata: udara, cahaya, dan senyum laki-laki itu... yang kini memanggil namanya dengan lembut.
Di dunia itu, mereka bersama. Tanpa jarak, tanpa batas, tanpa alasan untuk takut.
Dan Cahaya mulai bertanya-tanya
apakah kebahagiaan ini benar-benar mimpi,
atau takdir hanya sedang menulis ulang kisah mereka... dengan cara yang tak terduga?
Cerita pure ide dari author yang tiba² terlintas ya!
Don't copy 🚫
Don't plagiat 🚫