Jejak Kenangan Vol. 2

Jejak Kenangan Vol. 2

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 18, 2025
"Cinta tulus itu ada, tapi kau harus berani menukarnya dengan ambisimu." ​Masa ini adalah tentang ambisi yang bertabrakan dengan hati. Nara (si Juara Nasional) hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi tinggi Ayah, sementara Zyden (si periang) terus berusaha mendekat dengan ketulusan. ​Dari perspektif Zyden, setiap upayanya-mulai dari mengirim catatan bermotif batik mini, hingga setia menjadi tepuk tangan dari barisan belakang-adalah pengorbanan untuk menunjukkan bahwa cinta sejati itu sederhana. Ia adalah akar beringin yang menawarkan keteduhan. ​Sementara dari sisi Nara, tekanan Daddy Issues jauh lebih besar daripada keberanian untuk menerima. Ia menolak perhatian, menahan perasaan, hingga penolakan pahit pada Kit Kat yang disodorkan Zyden menjadi luka abadi bagi keduanya. ​Jejak Kenangan 2 adalah pengakuan menyakitkan bahwa cinta tulus tak hilang; ia hidup sebagai cahaya pahit yang mengingatkan Nara: almost is never enough. Kisah ini adalah tentang harga yang harus dibayar saat keberanian datang terlambat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#894
firstlove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan