COFFEE & CARS

COFFEE & CARS

  • WpView
    Membaca 91
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung14jt
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 22, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
" Oh shit‚ Thank God you came back. " She said while hugging me so tight‚ so damn tight as if there's no tomorrow. " I thought you left‚ I thought you really left me for real‚ I thought- " I cutted her off with a kiss. " You're talking too much again‚ Mikhail. " I said and laugh. " Only with you‚ bub. " She said and chuckled‚ and for the first time after that incident happened‚ my heart beats faster again‚ not because of fear but because of happiness that only this redhair racer can make me feel.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#180
bini
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Temperature Gap
  • The Enigma's debt
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • The Sinister
  • No Place Like Home - PREVIEW ONLY
  • ခိုဝင်တိမ်းမူးမြတ်နိုးရပါသော...နှလုံးသားငယ်
  • Her Prison, Her Pleasure(Intersex)(EDITING)✓
  • The Royal's Love
  • UNFAITHFUL HEART
  • AKSHARA - THE FORGOTTEN SEED

Athena Narissa dan Dermaga Sahyl pernah hampir berciuman. Dulu. Untungnya batal. Bukan hanya karena Maga adalah kakak dari sahabatnya, Sera, tapi juga karena keduanya sangat bertolak belakang. Athena bagaikan musim semi di Eropa, sementara Maga adalah hujan badai di Jakarta. Dua tahun berlalu. Athena sibuk berpindah dari satu runway show ke lainnya di Paris. Sementara itu, Maga sebagai pilot tak pernah diam di satu tempat lebih dari tiga hari. Harusnya mereka tetap menjadi dua orang asing. Tapi, Maga tiba-tiba berdiri di depan EST Galerie, menantinya. Athena ragu, apakah Maga benar-benar ingin masuk ke dalam hidupnya, atau hanya berniat main-main - seperti insiden hampir ciuman mereka dulu?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan