Di sebuah sudut kota Seoul yang selalu bising, Park Jimin menemukan perlindungan di balik debu piringan hitam dan kesunyian yang ia ciptakan sendiri. Sejak kariernya sebagai Nox-pianis bertopeng yang jenius-hancur karena tinnitus yang menyiksa, ia hanya menginginkan satu hal: ketenangan.
Namun, ketenangan itu terusik oleh kehadiran Hana, seorang gadis yang datang tanpa suara, hanya membawa aroma vanila dan pesan-pesan singkat di atas kertas kuning berbentuk daun. Hana tidak bicara, namun di mata Jimin, gadis itu adalah melodi yang paling indah sekaligus paling rapuh yang pernah ia temui.
Ketika sebuah rahasia gelap dari industri musik dan intrik korporat mulai mengejar mereka, Jimin dihadapkan pada pilihan yang mustahil: Tetap menjadi pelindung yang hangat namun kehilangan Hana selamanya, atau kembali mengenakan topeng Nox yang dingin dan kejam demi menyelamatkan nyawa gadis itu-meski ia harus mematahkan hati Hana dengan tangannya sendiri.
Dalam dunia yang penuh dengan distorsi dan pengkhianatan, mampukah cinta mereka bertahan saat satu-satunya cara untuk menyelamatkan adalah dengan melepaskan?
"Karena terkadang, suara yang paling keras terdengar justru berasal dari hati yang dipaksa membisu."
Di balik kabar bahwa ayah mereka tak bisa pulang, tersimpan identitas lain sebagai mata-mata dengan misi rahasia. Pengkhianatan, dendam, dan permainan uang memicu ledakan kekacauan tak terduga. Kini, semua harus bertaruh nyawa saat rahasia gelap akhirnya terbongkar.
Pertanyaannya: apa titik awal yang membuat semua kekacauan ini terjadi?