Khalla Tamara

Khalla Tamara

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
Pernah nggak sih, di masa SMA, jatuh cinta cuma dari satu pandangan pertama? Khalla dan Tamara mengalaminya. Tatapan singkat di lorong sekolah, tapi jantung langsung lupa cara berdetak normal. Lucunya, mereka sama-sama gengsi. Nggak pernah jujur soal perasaan, tapi selalu ada buat satu sama lain. Duduk bersebelahan, bercanda ringan, saling memperhatikan tanpa sadar- sampai orang lain mengira mereka sudah pacaran. Padahal, di balik senyum dan kedekatan itu, ada perasaan yang disembunyikan rapi karena takut terlihat terlalu berharap. "Khalla Tamara" bercerita tentang cinta anak SMA yang tumbuh pelan-pelan, tentang gengsi yang kalah oleh rasa nyaman, dan tentang dua hati yang akhirnya berani mengakui apa yang sejak awal sudah terlihat oleh semua orang. Kalau kamu pernah punya cerita cinta yang katanya "cuma temenan", tapi semua orang tahu itu lebih dari sekadar teman... kisah ini mungkin akan terasa akrab
All Rights Reserved
#811
wattpadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines