Hanya Karena Cantik

Hanya Karena Cantik

  • WpView
    Reads 103,748
  • WpVote
    Votes 5,403
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 19, 2025
Bagi Aurellio Danu, hidup adalah tentang menyembunyikan luka broken home di balik tawa hangat dan dedikasinya sebagai pengurus OSIS. Di ambang kelulusan, Lio hanya ingin bekerja demi meringankan beban paman dan tantenya, tanpa pernah menyangka bahwa kecelakaan kecil-menumpahkan kopi pada jas mahal seorang pria-akan mengubah garis takdirnya selamanya. ​Arkananta Dewa, CEO dingin dan dominan berusia 28 tahun, seharusnya marah ketika kemeja mahalnya kotor. Namun, di depan pintu toko bunga itu, ia justru terpaku pada binar mata pemuda berusia 18 tahun di hadapannya. Alih-alih ganti rugi, Arkan memberikan sebuah buket mawar putih dan tawaran pekerjaan dengan gaji fantastis. Alasannya sederhana namun mutlak: "Karena kamu cantik." ​Terpaut usia 10 tahun dan kasta sosial yang kontras, Lio harus belajar menghadapi sikap posesif Arkan yang perlahan meruntuhkan kemandiriannya menjadi rasa manja yang manis. Di bawah perlindungan sang CEO, Lio menyadari bahwa terkadang, sebuah tabrakan tak sengaja adalah cara semesta untuk memberikan sandaran yang selama ini ia cari. lio as bottom arkan as top ---- not plagiatrisme, sebelum membaca budayakan follow. dan beri votement!!
All Rights Reserved
#457
oldmoney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (On Going)
  • Kembang Desa
  • EKSKALASI
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • NINGRUM
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Define the Relationship

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines