Cinta Paling Sabar

Cinta Paling Sabar

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ia mencintai tanpa suara keras, tanpa tuntutan, tanpa janji yang memaksa. Bagi lelaki itu, mencintai berarti tetap tinggal bahkan saat ia tak pernah dipilih. Perempuan yang ia cintai berkali-kali menolak. Bukan karena benci, melainkan karena hatinya tak pernah siap membuka pintu. Namun lelaki itu tak mundur. Ia hadir sebagai pelindung, sebagai garda terdepan, sebagai seseorang yang selalu mengutamakan keluarga dan keselamatan perempuan itu, bahkan ketika hal tersebut membuatnya berseberangan dengan keluarganya sendiri. Cintanya bukan cinta yang cemburu berlebihan, bukan cinta yang penuh rasa takut kehilangan. Ia percaya, cinta yang tulus tak perlu memaksa untuk dimiliki. Ia cukup berjuang, menjaga, dan menunggu selama yang ia cintai baik-baik saja. Waktu berjalan. Penolakan demi penolakan tak memadamkan ketulusan itu. Justru dari sanalah benih-benih perasaan tumbuh perlahan di hati perempuan itu lewat perhatian kecil, pengorbanan diam-diam, dan keberanian lelaki itu membela tanpa diminta. Hingga takdir akhirnya mempertemukan mereka pada satu pilihan: bertahan pada luka lama, atau menerima cinta yang sejak awal tak pernah pergi. Cinta Paling Sabar adalah kisah tentang cinta yang tidak menuntut untuk dimiliki, namun tak pernah berhenti memperjuangkan. Sebuah cerita tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keyakinan bahwa hati, pada akhirnya, akan pulang ke tempat ia paling dijaga.
All Rights Reserved
#553
arga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines