Retak Malam

Retak Malam

  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2026
Isvara menyandarkan tubuhnya dibalik pintu kamarnya, pandangannya menatap kebawah. Air matanya meluruh, bersamaan dengan setiap luka yang menghimpit dadanya. Tangisan yang ia tahan seharian ini, luruh ketika malam tiba. Tubuh Isvara merosot, ia menenggelamkan kepalanya dibalik lipatan kedua tangannya. Bahunya bergetar dengan hebat, isak tangis tanpa suara, dan hening malam yang menjadi saksi bisu atas kepiluan seorang Gadhisa Isvara. Konon katanya, untuk menjadi lebih kuat, memang harus dihantam ratusan bahkan ribuan kali untuk mencapai titik paling kuat, kan? Inilah, yang dialami Isvara, sebagai anak pertama, dan anak perempuan satu-satunya. Dituntut, untuk selalu mengerti, menerima segalanya tanpa tapi. Tuhan memang tidak tidur, ia juga tidak buta, untuk menjalani kehidupan, kita memang perlu sabar lebih banyak, kuat lebih banyak. "Gue cuma mau tenang, gue cuma mau ngerasa aman" lirih Isvara Tangisannya mereda, namun bukan berarti seluruh lukanya ikut mereda, yang Isvara mampu lakukan sekarang hanyalah, memeluk jiwanya yang penuh luka lebam, yang jarang sekali merasa aman. Keluarga ataupun pasangan, menurut Isvara, tidak ada bedanya, menurutnya, rumah yang menjadi tempat pulang, hanya dirinya sendiri. Yang tidak beranjak pergi, yang memeluk jiwanya, hanya dirinya. "Gue yang lemah, atau dunia yang terlalu kejam ke gue? Haha, gue ngerasa jadi kerdil ditengah-tengah kerumunan manusia" pikir Isvara "Berlebihan ga ya? Kalau gue mau ada orang yang bisa ngeliat air mata gue tanpa perlu gue nangis lebih dulu? Berlebihan ga ya? Kalau gue mau ada orang yang paham sama tangisan gue tanpa perlu gue ngejelasin kenapa gue nangis?" "Sialan, Ara, lo alay banget" ©® : publis : 17/12/2025
All Rights Reserved
#16
potongankehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Traces by the Sea
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Be My Wife
  • The Dateline [END]
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Di antara kerasnya dunia militer dan lembutnya kehidupan rumah tangga, Saras dan Agam belajar memahami arti pulang yang sesungguhnya. Lituhayu Saraswati Rahardjo, perempuan Jogja yang halus dan mudah tersentuh, harus hidup berdampingan dengan Agam Ferdinand Al-Ghazi Nasution, prajurit Angkatan Laut berdarah Batak yang tegas, keras, dan terbiasa dengan disiplin tanpa kompromi. Perbedaan cara bicara, budaya, hingga cara mencintai membuat mereka sering salah paham, namun perlahan justru saling menemukan ruang untuk bertumbuh. Saat kebahagiaan baru saja hadir lewat kehamilan Saras, tugas negara kembali memanggil Agam jauh dari rumah. Di tengah jarak, rindu, dan ketidakpastian, keduanya dipaksa belajar bahwa cinta tidak selalu hadir dalam kata-kata lembut, tetapi juga dalam kesetiaan yang tetap bertahan meski dipisahkan oleh laut, waktu, dan tugas. 21+ Copyright ©signorinarose 2025 Adult Romance by Signorina Rose

More details
WpActionLinkContent Guidelines