Kosong
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 26, 2025
Kaidan Adrian adalah seorang pembunuh. Bukan karena ia kejam-melainkan karena ia tidak pernah diajarkan cara hidup selain itu. Sejak menjadi yatim piatu di usia yang terlalu muda, Kaidan dibesarkan oleh Abian, pria berusia empat puluh dua tahun yang mengubahnya menjadi alat. Dibentuk tanpa empati, diasah tanpa ampun. Targetnya selalu sama: aparat negara, atau siapa pun yang berdiri di jalur kepentingan Abian. Kaidan mengeksekusi perintah tanpa ragu. Tanpa tanya. Tanpa rasa bersalah. Hingga suatu malam, saat ia ditugaskan menghabisi seorang anggota DPR-ia bertemu dengan Aria Stella. Perempuan itu tidak berteriak. Tidak memohon. Tidak berusaha lari. Ia hanya berkata satu kalimat. Dan kalimat itu cukup untuk membuat senjata Kaidan terlepas dari genggamannya. Untuk pertama kalinya, Kaidan merasakan sesuatu yang asing: bukan takut, bukan iba-melainkan kesadaran. Kesadaran bahwa hidup yang ia jalani bukan miliknya. Namun, tidak semua yang terbangun ingin dibiarkan hidup. Semakin Kaidan berusaha menjauh dari darah, semakin masa lalunya mengejar. Semakin ia mendekati Aria, semakin banyak rahasia yang terbuka-tentang ayah kandungnya, tentang Abian, dan tentang alasan sebenarnya mengapa Kaidan diciptakan. Karena dalam dunia tempat Kaidan dibesarkan, senjata yang berhenti membunuh hanya memiliki satu takdir: dihancurkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • Hello, Mr. Mafia!
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)

Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan. "Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang. Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines