Rey dan Dara dipertemukan lewat sebuah perjodohan yang awalnya terasa biasa saja. Rey, mahasiswa arsitektur semester empat yang dikenal bertanggung jawab dan selalu terlihat kuat, terbiasa menyembunyikan lelah dan sakitnya demi kewajiban. Sementara Dara, mahasiswi psikologi semester tiga yang tenang dan peka, memiliki cara sederhana dalam memperhatikan orang lain-tanpa memaksa, tanpa menghakimi.
Di tengah kehangatan dua keluarga kaya raya yang penuh kasih sayang, hubungan mereka perlahan berkembang. Bukan lewat janji besar atau romansa berlebihan, melainkan melalui perhatian kecil