We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Yang Diam

Cinta Yang Diam

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Saraswati Kirana aka Saras adalah siswi kelas 11 yang capek sama drama percintaan. Setelah diputusin secara sepihak lewat chat pas lagi sayang-sayangnya, Saras mutusin buat pensiun jadi cewek bucin. Fokusnya sekarang cuma satu, lulus dengan nilai bagus dan dengerin musik di playlist galau tanpa harus galau beneran. Lalu ada Sastrawira Satria alias Satria, anak ekskul jurnalistik yang keliatannya cuek tapi aslinya "trauma" gara-gara pernah ditinggal nikah sama cinta monyetnya (oke, ini lebay, tapi buat Satria itu patah hati terbesar). Dia males banget kalau harus mulai PDKT dari nol lagi. Capek, katanya. Keduanya dipertemukan gara-gara sama-sama dihukum telat masuk sekolah. Dari situ, mereka mulai akrab dan menjadi teman dekat. Hari-hari mereka jadi seru. Satria sering nemenin Saras nunggu jemputan, dan Saras selalu jadi orang pertama yang baca tulisan Satria di mading sekolah. Tapi, pelan-pelan aturannya mulai goyah. Di tengah tugas sekolah yang numpuk dan ujian semester, mereka harus milih, tetep jadi "bestie" biar nggak kehilangan satu sama lain, atau berani ambil risiko buat jadi lebih dari sekadar temen? ***
All Rights Reserved
#534
satria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines