Story cover for Always You by fragmenrzea_
Always You
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 18, 2025
Sora pulang ke kota kecil tempat ia pernah tumbuh, bukan untuk mencari apa pun, hanya menjalani magang tiga bulan sebelum hidup membawanya pergi lagi. Kota itu masih sama: halte tua, toko buku kecil, dan jalan-jalan yang terasa akrab tanpa perlu disapa.

Di sanalah ia bertemu Elan.
Seseorang dari masa sekolah yang dulu pernah dekat, lalu sama-sama pergi tanpa benar-benar menutup cerita.

Pertemuan mereka sederhana. Canggung. Sedikit asing.
Seperti dua orang yang mengenal satu sama lain dengan baik, tapi memilih berpura-pura lupa.

Elan hadir dengan caranya yang ringan dan playful, mencoba membuka percakapan tanpa memaksa.
Sora menanggapinya hati-hati,cuek, menjaga jarak, seolah perasaannya sudah rapi disimpan di tempat yang aman.

Namun waktu tidak pernah benar-benar berhenti menunggu.
Dalam tiga bulan yang berjalan pelan, di antara hujan yang datang sesekali, kopi yang diminum tanpa janji, dan percakapan kecil yang tumbuh tanpa disadari, Sora dan Elan belajar satu hal:
beberapa pertemuan tidak meminta diperjuangkan, hanya diberi ruang untuk tumbuh kembali.

Always You adalah kisah tentang pulang, tentang dewasa yang masih belajar memahami hidup, dan tentang cinta yang tidak meledak-ledak-melainkan tinggal, pelan-pelan, sampai terasa seperti rumah.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Always You to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 4
Unwanted Vows cover
Stand by Me cover
Possessive Boss cover
Merciless Ex Obsession cover

Unwanted Vows

52 parts Ongoing Mature

Pernikahan yang didasari atas mandat orang tua membawa Pradipta dan Naysila ke dalam sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Di hadapan Rayden dan Alden, mereka adalah potret orang tua sempurna yang melimpahkan kasih sayang tanpa celah. Namun, begitu pintu kamar tertutup dan suara tawa anak-anak menghilang, kemesraan itu menguap begitu saja, menyisakan keheningan yang menyesakkan dan jarak yang tak kasat mata. ​Pradipta merasa dua putra sudah lebih dari cukup untuk meneruskan garis keturunannya, sekaligus menjadi batas akhir dari kewajibannya sebagai suami dalam ikatan tanpa cinta ini. Dia mengunci rapat hatinya, memastikan tidak ada lagi ruang untuk kehadiran baru yang bisa memperumit keadaan. Baginya, komitmen mereka hanyalah sebatas membesarkan anak, bukan untuk saling memiliki seutuhnya. ​Naysila bertahan dalam dinginnya sikap sang suami dengan ketulusan yang sulit dinalar, mencoba menelan pahitnya penolakan demi keutuhan rumah tangga yang mereka bangun di atas fondasi rapuh. Namun, takdir memiliki rencana lain yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Satu kelalaian membawa mereka pada kenyataan yang paling dihindari oleh Pradipta. Garis dua pada alat uji kehamilan itu menjadi awal dari babak baru yang penuh ketegangan, memaksa keduanya untuk menghadapi rahasia yang selama ini terkubur di balik sumpah yang tidak pernah diinginkan. [Don't copy my story!]