Persahabatan itu seperti Mata dan Tangan: Saat mata menangis, tangan mengusap. Saat tangan terluka, mata menangis. Sama seperti Dio yang memiliki pandangan luas, matanya selalu melirik ke arah cewek-cewek cantik, Kalen yang punya tangan ajaib, mampu membuat isi kosan berantakan, Atau seperti Tembok: bisa menjadi tempat bersandar saat dibutuhkan. Persis seperti Farel si muka datar, Mungkin juga seperti Bintang: Walaupun jauh, tetap memberi cahaya dan harapan, menggambarkan si paling tua, Satria yang narsisnya tingkat dewa. Empat sahabat yang memegang teguh pribahasa, berbeda-beda tetapi tetap satu. Tidak peduli bedanya dari berbagai macam jenis sifat yang kadang-kadang minta di pites satu sama lain yang penting, tetap satu.
More details