Di dunia fotografi, cahaya yang terlalu terang bisa membutakan, tapi kegelapan yang terlalu pekat bisa melenyapkan. Aku hanya mencoba mencari keseimbangan di antara keduanya.
Ansel Gathan Brandt tidak mencari cinta. Dia mencari fakta. Sebagai jurnalis foto ambisius, dia punya satu target: Tyas, sang "Idola Kampus" yang sempurna. Gathan tahu ada retakan di balik senyum porselen itu. Dan benar saja, dia menemukan Tyas di pasar induk pukul tiga pagi, berlumur keringat dan bau bawang, berjuang demi nyawa adiknya.
Satu jepretan kamera, dan karier Gathan akan melesat. Satu unggahan, dan martabat Tyas akan hancur.
Namun, Gathan tidak memperhitungkan kehadiran Ara.
Ara adalah anomali. Seorang asisten lab psikologi dengan gaya hijab skena yang tomboy, logika yang sedingin es. Dia bukan hanya pelindung Tyas; dia adalah "kompas moral" yang memaksa Gathan mempertanyakan nuraninya.
Di tengah deru mesin pasar subuh, pengkhianatan di ruang gelap (darkroom), hingga pengakuan sunyi di balik kemudi, Gathan terjepit di antara dua perempuan luar biasa. Satu perempuan yang mengajarkannya tentang perjuangan hidup, dan satu lagi yang mengajarkannya tentang arti kejujuran.
Ini bukan sekadar cinta segitiga. Ini adalah tentang V_Balance-titik di mana sebuah lensa berhenti mengeksploitasi dan mulai memuliakan.
Siapkah kamu melihat dunia tanpa filter?
All Rights Reserved