A voice they Never heard

A voice they Never heard

  • WpView
    Reads 1,376
  • WpVote
    Votes 162
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 3, 2026
Di rumah besar keluarga jung, suara terdengar_ Langkah kaki tergesa, nada perintah, pintu yg dibanting pelan. Namun tidak pernah ada suara , Beomgyu. Jung Beomgyu adalah anak keempat. Satu-satunya anak perempuan diantara putra keluarga jung_ Papa jaehyun yg tegas, mama taeyong yg dingin, Kak mark sipewaris, kak Jeno yg keras, dan kak sungchan yang acuh. Dulu Beomgyu dikenal sebagai gadis ceria. Terlalu ceria, kata mereka. Terlalu berisik, terlalu banyak bertanya, dan terlalu sering bicara. Lalu suatu hari, Beomgyu berhenti berbicara didepan keluarganya. Bukan karna tidak bisa. Iya memilih untuk tidak bisa. Dokter menyebutnya selective mutism Bisu sementara. "Dia bisa berbicara tetapi pikirannya menolak", kata mereka. Keluarga jung mengangguk_ Lalu melanjutkan hidup seolah itu hanya gangguan kecil.
All Rights Reserved
#316
jungfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Mission
  • Change The Plot (Niel)
  • Chana's Transmigrasi
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines