Aku Di Sini, Tidak Apa... [V_VB]

Aku Di Sini, Tidak Apa... [V_VB]

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 4, 2026
2 Insan yang saling membantu melewati ombak kehidupan. Berusaha untuk tetap berdiri tegak walau di terjang gelombang besar nan hebat. Jatuh, lumpuh, dan hancur.... Hebat sekali, tetap hidup walau bernafas seadanya. Mati berkali-kali, hidup kembali lagi. Keduanya menggenggam, merengkuh, dan mendekap. Berharap pada gelombang yang menerjang mereka, agar membawa mereka ke tempat yang jauh lebih hidup dan layak. Ingin segera bernafas lega, tanpa air yang menggerogoti paru-paru mereka. Hanya ingin hidup bersama, tanpa ada yang kurang sedikit pun. Tidak merasa sakit lagi. Entah itu harus hilang atau bahkan sampai mati, tidak masalah asal saling bertautan. •#diley - Aldita Rinjani Putri Melati [fem!alpha] - Eleyan Langit Senja [male!omega]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines