Salah Waktu, Salah Rasa

Salah Waktu, Salah Rasa

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 23, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Aruna dikenal sebagai siswi terpintar di SMP Cendana. Tenang, fokus, dan selalu tahu ke mana langkahnya akan menuju. Tetapi, ia masih terikat perasaan dengan masa lalunya yang di mana saat ini juga menjadi teman sekelasnya Di sisi lain, Aiden teman sekelas yang awalnya tak terlalu peduli pada pelajaran, perlahan mulai memperhatikan karena kepintaran Aruna. Kekaguman sederhana itu tumbuh menjadi perasaan yang ia simpan diam-diam, hingga akhirnya Aiden memberanikan diri untuk jujur terhadap perasaannya. Namun, Aruna justru menolak. Bukan karena benci, melainkan Aruna merasa ia belum selesai dengan masa lalunya. Seiring berjalannya waktu, Aruna mulai menyadari bahwa ada perasaan yang dulu ia sempat abaikan. Saat mereka kembali dipertemukan, tak ada lagi kata-kata berani seperti dulu. Hanya percakapan singkat, tatapan yang terlalu lama, dan perasaan yang sama-sama disimpan. Karena ada hal-hal yang tak pernah benar-benar selesai. Di mana ada sebuah celah yang pernah ditutup, tetapi masih tak selalu jelas apakah masih bisa dibuka kembali atau tidak.
Todos los derechos reservados
#648
secretadmirer
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido