Quietly, We Changed

Quietly, We Changed

  • WpView
    LECTURES 1,148
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 15, 2026
Di antara bel sekolah, bangku kantin, dan obrolan receh yang terdengar biasa, empat siswa SMA menjalani hari-hari yang seharusnya sederhana. Aqeela yang emosinya datang lebih cepat dari pikirannya. Nicole yang selalu jadi tempat pulang cerita. Mohan yang kelihatannya santai dan suka main-main, tapi mulai belajar diam. Dan Fattah, yang kelihatannya cuek, absurd sesekali, tapi menyimpan perhatian lebih dari yang seharusnya. Tidak ada cinta pada pandangan pertama. Tidak ada pengakuan dramatis. Yang ada hanya kebiasaan kecil: duduk bareng di kantin, jalan pulang searah, dan rasa yang tumbuh pelan-pelan tanpa pernah diminta. Karena kadang, yang paling berbahaya bukan perasaan besar melainkan hal-hal ordinary yang terasa terlalu nyaman untuk dilepaskan.
Tous Droits Réservés
#42
moqeel
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • KAMU GANGGU, TAPI AKU BUTUH
  • GHAIKA (REVISI)
  • Milik tuan am.s (END)
  • EVANESCENT
  • *Merubah Perasaan*
  • Tsundere Maniak Susu
  • PASUTRI GEN Z [TAMAT]
  • jodoh tak terduga (End)
  • Transmigrasi Ziora
  • ADDICTED
  • The Story Of Janeta 2
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Early-Age Marriage [HIATUS]
  • PERJODOHAN (AKSARA DAN ALUNA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Dibalik Diamnya Suamiku
  • CHARMING GIRLS
  • The Time

"Kadang, rumah bukan tempat. Tapi seseorang." Sejak ibunya pergi ke luar negeri, Hana Renata harus tinggal di rumah sahabat sang ibu. Di sana, ia bertemu Vino-cowok yang terlalu berisik untuk dunianya yang sunyi, terlalu usil untuk hatinya yang rapuh. Awalnya Hana menganggap Vino hanya gangguan. Namun, seiring waktu, ia mulai sadar... kehadiran Vino adalah jeda yang ia butuhkan di tengah riuh pikirannya sendiri. Tapi, kisah mereka bukan seperti permen lolipop, manis dan sederhana, melainkan permen nano nano, yang rasanya campur aduk dan penuh dinamika.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu