Di Antara Do'a Dan Bayangan

Di Antara Do'a Dan Bayangan

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 10, 2026
Ketika Alya menginjakkan kaki di Pesantren Al-Hikam, ia tidak tahu bahwa tempat itu menyimpan perjanjian gelap yang dibuat puluhan tahun lalu. Setiap malam, suara tangisan terdengar di lorong asrama. Dan setiap kali ayat suci dilantunkan, bayangan hitam di dinding ikut bergetar. Hanya Faris, seorang santri pendiam, yang tahu kebenarannya Antara iman dan rasa takut, antara cinta dan rahasia, bisakah mereka memutus perjanjian yang seharusnya tak pernah di buat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR DIO HANIM
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TUMBAL PESANTREN
  • CENAYANG (XingQiu)
  • Hah!Dukun?
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Sukma Lara [END]

Dio Hanim mengalami masalah besar yang berpotensi mencoreng nama baik keluarganya. Media memburunya tanpa henti, dan demi menyelamatkannya dari kurungan opini publik maupun jeruji besi, orang tua Dio mengambil langkah besar. Mereka mengirim Dio jauh dari sorotan dunia... menyamar menjadi guru relawan di sebuah desa terpencil. Namun, kehidupan di desa itu bergerak jauh di luar dugaan Dio. Hal-hal mistis yang selama ini tidak pernah benar-benar ia percayai ternyata benar-benar ada. Bukan hanya sekadar terjadi, melainkan juga mengikutinya, seolah-olah menjadikan Dio sebagai pusat dari semuanya. Perlahan, tanpa ia sadari, Dio terseret ke dalam sebuah permasalahan besar bersama seorang pria bernama Danang. Seorang pria dingin, kaku, dan menakutkan, dengan sejuta rahasia yang sengaja dia sembunyikan. Awalnya, keterikatan mereka terbentuk karena masalah yang melingkupi Danang. Namun semakin dalam mereka mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, Dio mulai menyadari satu hal yang mengerikan, permasalahan ini bukan hanya milik Danang. Masalah itu juga miliknya. Dan semakin dekat Dio pada kebenaran, semakin jelas bahwa tidak ada jalan untuk mundur. Apa pun yang terjadi kepada mereka telah mengikat mereka berdua, dan hanya dengan menghadapinya bersama, semua ini bisa berakhir, atau justru menelan mereka sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines