Suara Hati Hana

Suara Hati Hana

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Des 22, 2025
Bagi Hana, menjadi anak yang penurut bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk pengabdian tanpa batas untuk orang tuanya. Senyum ibu adalah kompas hidupnya, meski itu berarti Hana harus berjalan ke arah yang berlawanan dengan mimpinya. ​Tujuh tahun lalu, ia mengubur surat penerimaan dari universitas impiannya demi sebuah seragam bidan yang tak pernah ia inginkan. Ia memilih mengalah, mengubur ambisinya dalam-dalam, demi melihat binar bangga di mata sang Ibu. ​Kini, di usia 25 tahun, Hana kembali berdiri di persimpangan yang sama. Di tengah bisingnya tanya para tetangga tentang "kapan menikah" dan desakan keluarga untuk segera menentukan jodoh, luka lama Hana kembali berdenyut. Kenangan pahit tentang kuliah yang "dipaksakan" itu menjadi pengingat pedih: bahwa satu kali saja ia menyerah pada keinginan orang lain, ia kehilangan sebagian dari dirinya. ​Akankah Hana tetap menjadi "anak baik" yang mengabaikan detak hatinya? Ataukah kali ini, untuk pertama kalinya, Hana berani menggenggam kemudinya sendiri, meski itu berarti harus mengecewakan dunia demi menyelamatkan jiwanya? ​"Karena terkadang, bentuk bakti yang paling tulus adalah berani jujur pada diri sendiri."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#941
perjalananhidup
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan