Quietly Yours

Quietly Yours

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 23, 2025
Nara percaya bahwa cinta tidak selalu harus ramai. Kadang cukup hadir, menggenggam tangan, lalu pulang bersama. Ia menjalani hari-harinya dengan seseorang yang terlihat tepat-tenang, dikenal banyak orang, dan membawa Nara ke dalam lingkaran yang hangat. Di sana, Nara belajar merasa aman, belajar percaya, dan belajar bahwa cinta bisa sesederhana tawa-tawa kecil di lorong sore. Di sisi lain, ada seorang sahabat yang memilih menjaga jarak. Bukan karena tidak peduli, melainkan karena perasaan pernah diungkapkan-dan sejak itu, jarak menjadi cara paling aman untuk tetap tinggal. Ia memperhatikan Nara diam-diam, dari jauh, tanpa berani mengganggu hidup yang sudah dipilih Nara sendiri. Tidak ada yang terlihat salah. Tidak ada yang terlihat berlebihan. Hingga suatu hari, kenangan-kenangan lama kembali muncul- membuka percakapan yang tak pernah selesai, dan memperlihatkan bahwa diam pun bisa menyimpan kebohongan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines