Quietly Yours

Quietly Yours

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 23, 2025
Nara percaya bahwa cinta tidak selalu harus ramai. Kadang cukup hadir, menggenggam tangan, lalu pulang bersama. Ia menjalani hari-harinya dengan seseorang yang terlihat tepat-tenang, dikenal banyak orang, dan membawa Nara ke dalam lingkaran yang hangat. Di sana, Nara belajar merasa aman, belajar percaya, dan belajar bahwa cinta bisa sesederhana tawa-tawa kecil di lorong sore. Di sisi lain, ada seorang sahabat yang memilih menjaga jarak. Bukan karena tidak peduli, melainkan karena perasaan pernah diungkapkan-dan sejak itu, jarak menjadi cara paling aman untuk tetap tinggal. Ia memperhatikan Nara diam-diam, dari jauh, tanpa berani mengganggu hidup yang sudah dipilih Nara sendiri. Tidak ada yang terlihat salah. Tidak ada yang terlihat berlebihan. Hingga suatu hari, kenangan-kenangan lama kembali muncul- membuka percakapan yang tak pernah selesai, dan memperlihatkan bahwa diam pun bisa menyimpan kebohongan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines