Number One (RionCaine)

Number One (RionCaine)

  • WpView
    MGA BUMASA 5,449
  • WpVote
    Mga Boto 279
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Aug 25, 2026
WpInfo
Fanfic
⚠️Terinspirasi dari Fake Slackers karya 木瓜黄⚠️ SLOW UPDATE --- «-✧-» Kepanikan menyebar saat dua siswa pemalas berakhir di kelas yang sama. Mereka sangat mengintimidasi dan sering terlibat perkelahian. Hal ini membuat temen sekelas mereka takut dan keduanya berakhir menjadi teman sebangku. Tapi siapa sangka semuanya penuh tipuan. Lebih buruk lagi mereka sampai bersaing untuk menjadi peringkat pertama dalam ujian. Iya, pertama. Pertama dari bawah! --- ⚠️ bxb if you don't like it, leave ⚠️alternatif universe! Sangat berbeda dgn alur roleplay mereka ⚠️ Hanya fiksi jangan di bawa ke dunia nyata ⚠️ Karakter milik pilotnya masing-masing
All Rights Reserved
#427
schoollife
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Love me or die
  • PREGNANT (DewTee)
  • Forgive Me | FreenBecky [END]
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Journey
  • I'm Not Just a Figuran
  • Obsession Overdose
  • Rewriting The Villain (END)
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • PAMENGKU | NOMIN

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman