CLASS OF 03 - '03 LINERS

CLASS OF 03 - '03 LINERS

  • WpView
    Lecturas 3,373
  • WpVote
    Votos 779
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadConcluida jue, ago 20, 2026
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Supervivencia
Upacara terakhir sudah selesai. Sekarang, mata pelajaran satu-satunya adalah Membunuh. Selamat datang di Kelas 03, di mana kelulusan dibayar dengan nyawa.
Todos los derechos reservados
#38
myungjae
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AVISENA
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • Bukan Sembarang Figuran
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Babysitter, Bung
  • Stuck Between The Pags
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido