Amaris Valentine Larasati Dewi.
Tidak pernah benar-benar percaya pada cinta.
Bukan karena ia tidak ingin, tapi karena hidup mengajarkannya untuk selalu bersiap kehilangan.
Sebagai anak kedua, Amaris tumbuh di antara jarak keluarga yang tidak sepenuhnya utuh, dan perasaan yang terbiasa disimpan sendiri.
Elio Bramasta berbeda.
Ia datang dari rumah yang hangat, keluarga yang utuh,dan dunia yang terasa aman sejak awal.
Mereka bertemu bukan karena takdir besar,
melainkan karena kebiasaan kecil. Obrolan seperlunya, kehadiran yang berulang, dan diam yang terasa nyaman.
Di antara dua kampus yang berbeda,
dua lingkar pertemanan yang tidak sama,
dan dua cara memandang cinta yang bertolak belakang ada perasaan yang tumbuh tanpa pernah diminta.
Karena terkadang, cinta tidak hadir untuk dimiliki,
melainkan hanya untuk dirasakan di antara kita.
Seorang remaja cengeng meninggal secara mengenaskan setelah terkena ledakan gas bocor di rumahnya.
Tak dirinya sangka-sangka, dirinya malah bertransmigrasi ke novel yang sebelumnya ia pernah baca. Memasuki tubuh seorang karakter berandalan bebal. Bukan MC, Protagonis maupun Antagonis, bahkan Figuran. Karakter yang hidup dengan dunia sendiri di dalam novel itu.
Bagaimana jadinya seorang anak cengeng hidup sebagai preman gila?