Perjuangan sebuah keluarga menyembuhkan trauma hebat seorang anak akibat diskriminasi guru, demi memulihkan cahaya di mata sang adik yang ikut meredup
"Kadang, luka yang paling dalam tidak meninggalkan darah, melainkan sunyi yang panjang."
Langit adalah cahaya di rumahnya-seorang anak yang ceria, penuh rasa ingin tahu, dan selalu menjadi 'Main Character' bagi adik kecilnya, Bintang. Namun, sebuah ambisi tulus untuk belajar justru membentur dinding dingin bernama diskriminasi.
Di tangan seorang guru yang salah, sayap Langit dipatahkan perlahan melalui pengabaian dan standar ganda.
Cahaya itu meredup. Langit yang lincah berubah menjadi pemurung yang dihantui sakit fisik tanpa sebab. Trauma itu tidak hanya menghancurkan dirinya, tapi juga merambat pada Bintang, si kecil yang ketakutan melihat kakaknya berubah, hingga ia harus menyembunyikan tegangnya lewat kuku-kuku jari yang habis digigiti.
Ini bukan sekadar cerita tentang luka, melainkan tentang keberanian sebuah keluarga untuk melepaskan segalanya demi menjahit kembali sayap yang koyak. Di bawah kabut kota Amerta, di antara logika komputer yang jujur dan hangatnya pelukan keluarga, Langit belajar bahwa untuk kembali terbang, ia tidak perlu mengejar pesawat orang lain.
Sebab bagi Bintang, Langit tidak perlu menjadi sempurna untuk bisa kembali bersinar.
Все права сохранены