We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jingga Di Kota Kembang

Jingga Di Kota Kembang

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Di bawah langit Bandung yang basah oleh warna pastel, Hazel adalah simfoni tentang nadi dan doa-doa yang melangit. Sebagai calon dokter dari rumah yang bersahaja, ia belajar bahwa harta tak selalu berupa angka, melainkan tawa keluarga di balik deru sedan tua. Namun, hidupnya yang penuh hafalan kaku mendadak berirama sejak kehadiran Alan. Pria Teknik Mesin itu adalah bait puisi yang ditulis dengan oli dan ketulusan; sosok yang selalu ada untuk membetulkan mesin yang mogok, juga hati yang nyaris kehilangan arah. Ini adalah kisah tentang stetoskop dan kunci pas yang bertemu di bawah jingga Parahyangan. Sebuah perjalanan tentang mengejar mimpi yang terjal setinggi Lembang, di mana cinta menjadi satu-satunya bahan bakar yang tak pernah habis untuk terus berjalan. "Sebab terkadang, luka tak hanya butuh disembuhkan oleh jemari penyembuh, tapi juga butuh dikuatkan oleh jiwa yang menolak menyerah pada takdir."
All Rights Reserved
#144
hazel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines