TOUGEN ANKI X OC

TOUGEN ANKI X OC

  • WpView
    Reads 951
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2026
"suatu kehormatan dibunuh oleh momotaro sepertimu, ayah" darah berceceran dimana-mana, baik lantai maupun dinding rasanya seperti lukisan pertarungan. berkali-kali aku tau hal ini selalu terjadi, tapi aku tak masalah tak pernah sekalipun aku mengutuk doaku. pria yang kusebut ayah mengankat pedang yang dari sekumpulan bakteri hitam dalam sekejap mata pedang itu terayun memenggal kepalaku. ah ... ayah, ingin sekali kubilang tidakkah sakit hatimu membunuh kami? ✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:* Namaku Arindya Arendelle-panggil saja Rin. Seorang penyihir ambisius dari dunia lain yang, entah karena takdir atau kebetulan kosmis yang kejam, merasuki tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun. Anak ini... dibunuh oleh ayahnya sendiri. Seorang Momotaro. Tubuh kecil ini sekarat saat aku masuk. Namun justru di sanalah aku tertarik-pada darah yang mengalir, bukan sebagai horor, tapi sebagai sumber. Sisa kekuatan, sisa emosi, sisa hidup. Aku mengambil alih sebelum semuanya benar-benar berakhir. Dan sejak itu, dunia ini tak pernah memberiku waktu untuk bernapas. Aku ditemukan oleh Mudano Naito-pria yang namanya sendiri sudah cukup membuat Momotaro gemetar. Katanya, ia pernah membunuh seratus Momotaro dalam satu malam, hingga langit seolah ikut menangis. Kupikir aku akan dieksekusi. Ternyata tidak. Aku diadopsi. Lebih buruk lagi-aku dijadikan murid. Usia empat tahun, dan hidupku berubah menjadi neraka yang dibungkus kata pelatihan dini. Tidak ada waktu bermain. Tidak ada tidur nyenyak. Tidak ada kata "nanti". "Hari ini kau gagal, besok ulangi seratus kali," kata Mudano dengan nada sedingin batu nisan. "TOLONG MIKIR AKU MASIH 4 TAHUN!!" Waktu merenggut segalanya pelan-pelan. Hari-hari menjadi latihan. Latihan menjadi luka. Luka menjadi kebiasaan. Sampai akhirnya... aku masuk kelas. Dan di situlah aku bertemu mereka- orang-orang yang kela
All Rights Reserved
#3
tougenanki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • A Family of Villains
  • New life, New problems [END]
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Sin of The Villainess
  • The Duke'S Red String
  • GALEN PRADIPTA
  • Just let me live, Duke!
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines