Sekat Dalam Asa [END]

Sekat Dalam Asa [END]

  • WpView
    Reads 18,458
  • WpVote
    Votes 1,053
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 19, 2025
Diajak pura-pura pacaran sama bos baru yang dulu mantan murid PPL-nya. *** Lucia membenci Matthew. Mantan murid menyebalkan yang enam tahun lebih muda darinya itu tiba-tiba muncul sebagai atasannya di kantor. Perang dingin sengit berubah menjadi sebuah kesepakatan: mereka harus berpura-pura berpacaran demi keuntungan masing-masing. Lucia, si wanita es yang jarang berekspresi, harus memainkan peran kekasih Matthew, pria yang ia benci dan punya kepribadian berbanding terbalik dengannya. Ketika sentuhan yang dipalsukan terasa nyata dan tatapan sinis berubah ambigu, bisakah sandiwara ini menjadi kenyataan? Atau akankah kebencian yang mendalam itu menjadi alasan untuk mereka saling memiliki? Highest Rank #1 Chicklit #1 Cewek Jutek
All Rights Reserved
#644
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Revision Needed: Our Past! [END]
  • Chasing Honesty
  • Apa Kabar, Audrine?
  • When We Meet Again
  • Asisten Dewan
  • It's Should be You (End)
  • Close Friend
  • Tentang Pilihan (Revisi)
  • Serupa Matahari Terbit

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

More details
WpActionLinkContent Guidelines