Run Away.

Run Away.

  • WpView
    Reads 4,686
  • WpVote
    Votes 266
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Mon, May 11, 2026
Christy menatap gelas kopi yang setengah habis, jarinya bermain-main pada bekas lipstick di bibir cangkir. "You always do this," dia berbisik-sebuah akusasi yang terdengar lebih seperti doa. Kemal menatapnya dari seberang meja, bayangan lampu neon memotong wajahnya jadi dua. "Do what?" suaranya rata, tapi matanya tak bisa bohong. "Run?" "No-" Christy menggeleng, hampir ketawa karena konyol-"I mean-i always wondering... why?" Kemal menarik napas panjang. Di dalam dompetnya, ada satu keping foto kecil mereka berdua di malam festival-sesuatu yang tidak pernah ia keluarkan. "Sometimes," katanya, "I'm scared I'll break you the way I break things. So I run. Not away. Just-around. Keep it safe." Christy menutup mata. Kata-katanya terasa seperti hujan tipis: menggenangi, tetapi cukup untuk menumbuhkan benih rindu. "Then stop running, Mal. Or run with me."
All Rights Reserved
#483
christy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truce?
  • Gaze
  • Ini Oneshot
  • A Story Behind the Spotlight
  • THRESHOLD
  • Homestay48
  • Perfect Timing
  • 1 Shoot!
  • Pacar Bohongan, Baper Beneran
  • Tongkrongan Abal-abal
Truce?

Alana pikir, pindah ke Bandung sudah menjadi keputusan yang paling tepat. Di sini, dia menjadi primadona sekolah. Namun, takdir punya selera humor yang aneh. Delvin Rendy, rival abadi yang tak pernah bisa ia kalahkan di setiap final Olimpiade Sains, tiba-tiba muncul di depan pintu kelasnya. Ini bukan sekadar cerita tentang rumus fisika atau persaingan nilai, tapi tentang Alana yang harus belajar bahwa kadang, kalah dari orang yang sama berkali-kali bisa menumbuhkan perasaan yang lebih rumit dari sekadar rasa benci.

More details
WpActionLinkContent Guidelines