Denting Borgol di Kamar Rian

Denting Borgol di Kamar Rian

  • WpView
    Membaca 4,425
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 6, 2026
Apa yang bermula dari tumpukan kartu remi di sebuah malam Sabtu yang santai, berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan bagi Dika. Di sebuah "Markas Besar"-ruang tamu milik Rian yang luas dan sepi-lima sahabat laki-laki terjebak dalam sebuah taruhan yang awalnya terasa sepele. Namun, sebuah ide gila muncul: siapa pun yang kalah harus menerima hukuman "penyiksaan" yang takkan pernah bisa dihapus dari ingatan. ​Dika, sang pemuda tampan yang biasanya percaya diri, harus menelan pil pahit kekalahan. Ia tak pernah menyangka bahwa kesepakatan itu akan membawanya ke atas tempat tidur Rian, dengan tangan dan kaki terbelenggu oleh empat buah borgol besi yang dingin. Di bawah sorot lampu remang, rahasia fisik Dika yang atletis terungkap setelah kaosnya digunting habis, menyisakan dirinya yang rapuh dan tak berdaya di hadapan kawan-kawannya sendiri. ​Dari tawa histeris akibat siksaan geli yang tanpa henti, hingga suasana mencekam saat mulutnya tersumpal kain dan teman-temannya mulai menjalankan sebuah prank psikologis yang gelap, Dika dipaksa melewati batas harga dirinya. "Denting Borgol di Markas" adalah sebuah kisah tentang dinamika persahabatan laki-laki yang ekstrem, di mana batas antara canda, dominasi, dan rasa setia kawan menjadi sangat tipis dan mengaburkan segalanya. ​Malam itu, Dika belajar satu hal: di balik tawa para sahabat, selalu ada sisi liar yang siap meledak jika kesempatan itu datang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#35
geli
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan