"Menjaga profesionalisme di galeri seni itu mudah. Yang sulit adalah menahan diri ketika pria kaku itu mulai menatapmu seperti mahakarya terlarang." Sebagai Head of Art Restoration di Uchiha Art Holdings, Sakura Haruno terbiasa menyelamatkan lukisan-lukisan langka bernilai jutaan dolar. Dia menguasai teknik, bahan kimia, dan presisi tinggi. Namun, ada satu hal yang berada di luar kendalinya: Sasuke Uchiha. Sasuke-Kepala Kurator utama yang dingin, rupawan, dan serba perfeksionis-adalah definisi pria tanpa empati. Di mata Sasuke, seni butuh perhitungan matang, bukan intuisi emosional seperti yang dilakukan Sakura. Pertemuan mereka di studio restorasi selalu berujung pada adu argumen tajam, lempar sindiran berkelas, dan persaingan gengsi yang melelahkan. Situasi makin rumit saat pameran terbesar galeri di depan mata. Badai lembur malam hari, campur tangan paman Madara yang eksentrik, kejahilan Obito yang kerap memprovokasi, hingga kehadiran Gaara-patron seni dari Suna yang terang-terangan menaruh hati pada Sakura-memaksa Sasuke kehilangan poker face yang selama ini dijaganya. Di balik aroma cat minyak, remang lampu studio, dan batas profesionalitas yang kian mengabur, ketegangan benci di antara mereka perlahan berubah menjadi hasrat yang memabukkan. Sasuke tidak pernah kalah dalam mengurasi karya seni. Tapi saat berhadapan dengan Sakura, dia menyadari satu hal: menahan diri dari godaan Haruno adalah jenis seni yang paling mustahil untuk dikuasai.
Más detalles