Where? [Woosan/Minyun]

Where? [Woosan/Minyun]

  • WpView
    Reads 2,686
  • WpVote
    Votes 370
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jul 3, 2026
[On Going] Yunho dan Wooyoung tak pernah pulang kembali setelah mereka bermain di pasar malam. Semua orang terdekatnya binggung ke mana mereka berdua, karena tiba-tiba saja menghilang dari bumi. Tak disangka, ternyata mereka diculik oleh kedua orang tak mereka kenal, dan Yunho beserta Wooyoung dibawa ke tempat yang jauh dari rumah mereka. Yunho dan Wooyoung tak tahu apa maksud kedua orang tersebut menculik mereka, terlebih lagi, mereka adalah seorang psikopat dan pembunuh bayaran yang kejam dan tak kenal ampun. Mingi, adalah psikopat yang sangat kejam, tak kenal belas kasih, dan tidak ada hati nurani sama sekali. San, pembunuh bayaran yang selalu dibayar dengan harga fantastis untuk membunuh orang yang dituju, ia dikenal dingin, suka senjata tajam, dan tidak ada ampun kepada para korban. Akankah mereka dapat keluar dari kediaman kedua orang kejam tersebut? WARNING ⚠️⚠️ BXB BOOK ❗ Dom : San & Mingi Bot : Wooyoung & Yunho Ada adegan 🔞 Berhubungan sama darah, eksekusi, dan alat eksekusi❗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain's Mother

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines