8 ANOMALI BI ASIH

8 ANOMALI BI ASIH

  • WpView
    Reads 1,455
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
"MENTAL LO LEMAH SHEL, KAYAK RUPIAH." "LANTAM BANGET LO REN, EMANG BOLEH?" "KENAPA NYAK? SAKIT HATI?" "ENGGA, SAKIT LAMBUNG." "lemah lemah gini gua bisa bikin bi Asih naik tensi." "selagi gak diusir dari kos aja lo udah syukur shel." Delapan manusia dengan kehidupan yang beda-beda dipertemukan di satu kos absurd yang isinya lebih banyak teriak daripada tenang. Ada yang kelihatannya paling kuat tapi gampang overthinking. Ada yang mulutnya pedes level neraka tapi paling care. Ada yang ketawa mulu tapi nangis dimalam hari. Ada juga yang terlalu pandai nyembunyiin keadaan sampai orang lain nganggep semuanya baik-baik aja. Mereka datang dari dunia yang berbeda... Punya mimpi yang beda... Masalah yang beda... Cara bertahan hidup yang beda juga.. Tapi di tempat itu, mereka belajar untuk memanusiakan hal yang manusiawi. Kadang capek. Kadang takut. Kadang pengen nyerah. Dan hal itu gak bikin seseorang jadi lemah. Di antara tugas yang numpuk, perang rebutan kamar mandi, mie instan jam 2 pagi, dan teriakan sepanjang hari "SIAPA YANG MINUM ES TEH GUA ANJIR?!" "SIAPA YANG MAKAN NASI PADANG GUAA?" "TOLONGIN GUAA, SENDAL BARU GUA DIAMBIL TORNO!" Delapan manusia unik itu pelan-pelan menemukan sesuatu yang gak mereka cari sebelumnya rumah. "Kalau nanti hidup kita masing-masing udah sibuk... jangan pura-pura lupa pernah saling nyelametin, ya."
All Rights Reserved
#515
humor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamar asrama No 12 || END
  • Segi Delapan
  • PENGHUNI APARTEMEN HAJI SIWON
  • Mockingbird
  • STEP SISTER || SEASON 2
  • Rumah yang Kita Temukan
  • Messy Princess Chronicle
  • Rivals or family?
  • Satu Atap, Beda Frekuensi
  • STARLLIANCE .

Mereka bukan keluarga, tapi dipaksa tinggal bersama. Delapan anak dengan cerita pilu yang berbeda... kehilangan, penolakan, dan trauma yang belum sembuh. Kamar asrama No. 12 menjadi saksi tangis, luka, dan perlahan... kehangatan yang tumbuh di antara mereka. Bisakah mereka saling menyembuhkan, atau justru semakin tenggelam dalam luka masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines