Story cover for You Think? by Alkeyly
You Think?
  • WpView
    Reads 24,454
  • WpVote
    Votes 2,092
  • WpPart
    Parts 26
Sign up to add You Think? to your library and receive updates
or
#116yuma
Content Guidelines
You may also like
Ashes Of Yesterday by ndiiii_aikn
23 parts Ongoing
Raven menatap tajam ke arah pria yang berdiri di depannya. "Bisa-bisanya kau mencelakai dan memfitnah Ravael!" seru pria itu dengan penuh amarah. Sementara itu, Raven yang sudah tersungkur di bawahnya mengepalkan tangan, menahan amarah. "Sebetulnya, yang anak kandung itu aku atau Ravael?" tanyanya dingin, meski sorot matanya penuh kemarahan dan kekecewaan. Pria itu terkejut. "Tentu saja kau anakku!" jawabnya tegas. Raven menyeringai sinis. "Lalu kenapa Papa lebih percaya Ravael?" Pria itu menghela napas. "Karena kau sudah keterlaluan, Raven." Sebelum Raven sempat membela diri, kakaknya, Jo, menyela dengan penuh emosi. "Kau yang selalu mencari masalah! Citra keluarga kita rusak karena sikap kekanak-kanakanmu. Belajarlah dari Ravael! Jika aku bisa memilih, aku lebih ingin dia menjadi adikku daripada kau!" Ucapan Jo menghantam Raven telak. Dalam kemarahan yang membuncah, ia menghunus pisau lipatnya dan menggores leher Ravael. Semua orang terkejut. Jo, tanpa pikir panjang, mendorong Raven hingga terjatuh dari lantai dua. Tubuhnya menghantam guci besar yang pecah berkeping-keping dan menusuk tubuhnya. Namun, alih-alih merasakan kematian, Raven terbangun di ranjang rumah sakit dengan kepala berdenyut sakit. Ia menoleh dan melihat sosok yang tak asing-bodyguard sekaligus ayah angkatnya yang seharusnya sudah meninggal beberapa tahun silam. Menatap sekeliling, Raven tersadar-ia kembali ke lima tahun lalu, ke saat di mana keluarganya lebih memilih menemani Ravael ke pantai daripada menjemputnya dari sekolah. Kini, ia mendapat kesempatan kedua. Ini bukan anugerah. Ini peringatan. Dan kali ini, ia tak akan membiarkan dirinya terjebak dalam keluarga yang tak pernah menginginkannya.
You may also like
Slide 1 of 9
Ashes Of Yesterday cover
Ayaskara | Hiatus cover
Leonard cover
Regresi Badboy : Blood Ties, Golden Chains cover
HE WAITED cover
RADEN cover
𝕋𝕨𝕠 𝔻𝕖𝕒𝕥𝕙 [TERBIT] ✓ cover
Bayang Bayang Yang Tak Pernah Hilang cover
KENRA; Antagonis Pengganti cover

Ashes Of Yesterday

23 parts Ongoing

Raven menatap tajam ke arah pria yang berdiri di depannya. "Bisa-bisanya kau mencelakai dan memfitnah Ravael!" seru pria itu dengan penuh amarah. Sementara itu, Raven yang sudah tersungkur di bawahnya mengepalkan tangan, menahan amarah. "Sebetulnya, yang anak kandung itu aku atau Ravael?" tanyanya dingin, meski sorot matanya penuh kemarahan dan kekecewaan. Pria itu terkejut. "Tentu saja kau anakku!" jawabnya tegas. Raven menyeringai sinis. "Lalu kenapa Papa lebih percaya Ravael?" Pria itu menghela napas. "Karena kau sudah keterlaluan, Raven." Sebelum Raven sempat membela diri, kakaknya, Jo, menyela dengan penuh emosi. "Kau yang selalu mencari masalah! Citra keluarga kita rusak karena sikap kekanak-kanakanmu. Belajarlah dari Ravael! Jika aku bisa memilih, aku lebih ingin dia menjadi adikku daripada kau!" Ucapan Jo menghantam Raven telak. Dalam kemarahan yang membuncah, ia menghunus pisau lipatnya dan menggores leher Ravael. Semua orang terkejut. Jo, tanpa pikir panjang, mendorong Raven hingga terjatuh dari lantai dua. Tubuhnya menghantam guci besar yang pecah berkeping-keping dan menusuk tubuhnya. Namun, alih-alih merasakan kematian, Raven terbangun di ranjang rumah sakit dengan kepala berdenyut sakit. Ia menoleh dan melihat sosok yang tak asing-bodyguard sekaligus ayah angkatnya yang seharusnya sudah meninggal beberapa tahun silam. Menatap sekeliling, Raven tersadar-ia kembali ke lima tahun lalu, ke saat di mana keluarganya lebih memilih menemani Ravael ke pantai daripada menjemputnya dari sekolah. Kini, ia mendapat kesempatan kedua. Ini bukan anugerah. Ini peringatan. Dan kali ini, ia tak akan membiarkan dirinya terjebak dalam keluarga yang tak pernah menginginkannya.