Di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, kecerdasan adalah mata uang, tapi kecantikan adalah kekuasaan.
Karina memiliki keduanya. Dengan IQ di atas 150 dan rutinitas perawatan wajah yang lebih presisi daripada prosedur bedah, dia adalah Alpha Female tak terbantahkan. Dia menatap wajahnya di cermin bukan dengan narsisme, melainkan dengan analisis klinis. pH seimbang, barrier intak, tanpa cela.
Sampai Shani datang.
Mahasiswi semester dua. Brand Ambassador Xylia-Medea Cosmaceuticals. Kulit Shani bukan sekadar cantik, ia bercahaya dengan cara yang secara biologis tidak masuk akal, seolah sel-selnya menolak untuk menua. Bagi Karina, keberadaan Shani bukan sekadar saingan, melainkan penghinaan terhadap logika sains.
Bersama Adrian, pacarnya yang jenius di bidang Farmasi, Karina memulai obsesi gilanya. Menciptakan serum yang mampu meruntuhkan dominasi Shani. Mereka membedah formula, memanipulasi peptida, dan melanggar batas etika demi satu tujuan.
Menjadi yang paling sempurna
All Rights Reserved