Seven Deadly Flowers [ON GOING]

Seven Deadly Flowers [ON GOING]

  • WpView
    LETTURE 28
  • WpVote
    Voti 16
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, dic 24, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Di Akademi Arvenhart, tujuh siswi terpopuler dikenal sebagai Flowers, bukan karena ketenaran mereka saja, tetapi karena kecantikan, sikap sopan, dan julukan lembut seperti White Blossom dan Sunflower Smile. Semua orang menganggap mereka gadis baik-baik-anggun, ramah, dan tanpa cela. Namun di balik senyum manis itu, tersembunyi rahasia gelap. Flowers bukan sekadar geng sosial... mereka adalah dalang dari jaringan manipulasi yang membungkam, mengatur, dan mengendalikan kehidupan siswa lain. Mereka menentukan siapa yang naik, siapa yang hancur, siapa yang diterima, dan siapa yang lenyap dari sekolah tanpa jejak. Ketika seorang murid baru bernama Evan Hale mulai mencurigai mereka, takdir berubah. Ia menemukan bahwa setiap "bunga" memiliki masa lalu dan sisi mematikan yang mampu meruntuhkan hidup siapa pun yang berani mengungkap mereka. Di dunia di mana bunga tampak indah namun beracun, siapa yang akan bertahan? Dan ketika topeng polos itu jatuh, barulah sekolah menyadari arti sebenarnya dari: Seven Deadly Flowers. penasaran? yuk baca --- ⚠︎Dont plagiat story⚠︎
Tutti i diritti riservati
#352
lugu
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti