Waktu Tidak Pernah Minta Izin [ END ]

Waktu Tidak Pernah Minta Izin [ END ]

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
WpInfo
Fanfic
1Direction
Novel ini adalah kisah tentang dunia yang tetap berjalan normal-terlalu normal-sementara sebagian kecil orang mulai menyadari ada yang diam-diam hilang. Bukan gedung, bukan bencana, bukan perang. Yang hilang adalah orang, ingatan, dan detik-detik kecil yang seharusnya ada. Cerita mengikuti seorang remaja yang perlahan menyadari bahwa waktu bukan sekadar angka di jam, melainkan sistem yang hidup, dingin, dan tidak peduli. Ketika seseorang berhenti terlalu lama di satu momen-ragu, menunggu, atau menolak melangkah-waktu tidak menegur. Ia tidak memperingatkan. Ia hanya melanjutkan, dan meninggalkan yang tertinggal. Orang-orang yang "terlewat" tidak mati, tetapi juga tidak sepenuhnya ada. Mereka terjebak di jeda, dilupakan pelan-pelan oleh dunia, sementara kota terus merapikan dirinya agar terlihat utuh. Ingatan menjadi rapuh, nama berubah menjadi label, dan keberadaan manusia dinilai dari seberapa baik mereka mengikuti alur. Tokoh utama berdiri di persimpangan: memilih aman dengan melupakan, atau mempertahankan ingatan dengan risiko ikut tergerus. Semakin ia mengingat, semakin waktu menekan. Semakin ia melawan, semakin nyata jeda-jeda aneh di sekelilingnya. Waktu Tidak Pernah Minta Izin adalah novel thriller psikologis dengan nuansa eksistensial dan distopia sunyi, tentang kehilangan yang tidak pernah diumumkan, tentang kota yang dibangun di atas penghapusan rapi, dan tentang satu pertanyaan yang terus berdetak di balik setiap detik:
Public Domain
#46
thrillerpsikologis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Unexpectedly Yours
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • MOTHER

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines