Starting Over

Starting Over

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 20, 2025
Ibunya menikah lagi, jadi sekarang dia memiliki ayah baru dan saudara laki-laki yang 5 bulan lebih muda darinya, Dia yang sulit untuk membuka hati ke siapapun ragu untuk membuka hati untuk ayah dan saudara nya dia merasa seperti pendatang baru yang tidak terlalu penting, memilih untuk menghabiskan waktu dengan hobby nya tanpa sadar bahwa keluarganya berusaha untuk dekat dengannya. Mampir bentar kak baca dulu prolog nya sapa tau suka sama ceritanya yang ringan dan hangat ini~~
All Rights Reserved
#504
hangat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Goodbye, Hello?
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • THE REBELLOUSE!
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Favorite Lecturer
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Tanda Seru
  • Spicy
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines