Di sekolah itu, nama Erine selalu disebut dengan kagum. Ketua ekskul dancer, pintar, ramah, dan parasnya yang cantik membuat hampir semua orang tertarik padanya-laki-laki maupun perempuan. Erine seperti cahaya di tengah keramaian. Sementara Oline Manuel adalah kebalikannya: pendiam, tubuhnya tinggi dan putih, mata yang selalu terlihat mengantuk, anggota OSIS yang jarang jadi pusat perhatian. Tapi entah kenapa, Oline selalu ada di sekitar Erine-diam, tapi setia.
Oline bukan siapa-siapa bagi Erine, setidaknya begitu yang terlihat. Ia hanya teman yang selalu siap membantu, mengingatkan jadwal, menemani saat latihan dancer selesai, atau mendengarkan cerita Erine tentang orang-orang yang menyukainya. Oline menyimpan perasaan itu rapat-rapat. Bukan karena tidak yakin, tapi karena takut-takut kehilangan satu-satunya posisi yang ia miliki di hidup Erine, meski hanya sebagai tempat singgah.
Erine nyaman dengan kehadiran Oline. Saat lelah, ia datang. Saat sepi, ia mencari. Namun saat ramai, Oline kembali menjadi bayangan. Tanpa disadari, Erine menempatkan Oline di posisi backburner-tidak dilepas, tapi juga tidak dipilih. Oline tahu itu, dan tetap bertahan, berharap suatu hari dirinya tak hanya dibutuhkan, tapi benar-benar diinginkan.
Di koridor sekolah yang riuh, Oline berjalan di belakang Erine, menjaga jarak yang aman. Ia sadar, dirinya hanyalah kekasih bayangan-hadir tanpa nama, setia tanpa kepastian. Namun di balik mata mengantuknya, Oline masih menyimpan satu hal yang belum berani ia lepaskan: harapan, meski kecil, bahwa suatu hari Erine akan menoleh dan benar-benar melihatnya.
cerita ini tentang seorang ceo muda bernama erlion manuel dijodohkan oleh orang tuanya dengan wanita bernama rachelia abigail, seorang model cantik yang hidup di bawah sorotan.
meski manuel telah berkali-kali menolak perjodohan itu, daniel sang ayah tetap bersikeras dan tak pernah menghiraukan penolakannya, memaksa manuel menghadapi takdir yang tak pernah ia pilih.